dalam urusan rasa yang terbilang pelik kali ini, smoga 'waktu' menjadi teman baikmu, meski sudah pasti ia akan jadi siksaan terbesarku
tapi kalaulah ternyata, 'waktu' pun berpihak kepadaku, maka jangan sekalipun kau tanamkan pisaumu dinadiku. berbahagialah untukku. untuk semua rasa yang pernah kau abaikan dulu
karena ternyata, menahan semua parang yang kau tusukkan dalam jantungku benarlah sakit. maka kali ini kubiarkan darahnya mengalir. jikalau nanti aku kehabisan, pastikan kamu disana mendoakan