2025/01/14

Sesuatu tak mesti nyata untuk dapat melukai kita

Semalam riuh air mata kembali membasahi pipi. Pelan-pelan mengalir lalu setelahnya makin menjadi. Hingar-bingar sakit yang sudah lama dihindari pun akhirnya kembali disini.

Sudah saya wanti-wanti diri ini untuk tetap menapak bumi. Sudah saya amini untuk tidak bergantung pada harap yang tak pasti. Tapi ujungnya, luka tetap datang menghampiri. Lagi dan lagi, perih yang sama harus tetap dinikmati.

Selamat kembali menata hati

Selamat memilih puing-puing yang masih dapat diobati

Lampung Barat, 14 Januari 2025