Selamat
ulang tahun!
20
tahun sudah sejak seorang wanita perkasa melahirkanmu, sejak pertama kali udara
bebas masuk kedalam rongga dadamu, dan sejak tangis pertamamu dimulai. Ah,
semua terjadi begitu cepat. Tak ada yang tau, 20 tahun kemudian, kamu akan
mengetik kalimat ini, sambil mendengarkan suara kincir kipas angin yang
berputar dan ditemani empat dinding putih yang kini sudah menjadi teman baikmu.
Kamu hebat.
Selamat
karena sudah melewati dua dasawarsa pertama dalam hidupmu. Berat? Pasti. Aku
tau. Tidak mudah menjadi kamu, apalagi dengan segala sifat kekanakanmu yang
antah berantah itu. Tapi aku juga tau kalau kamu berproses. Proses yang
menunjukkan progress. Setidaknya, kamu masih sanggup menjadi dirimu sendiri
tanpa harus merangkak rangkak dalam kehidupan orang lain. Pertahankan itu.
Mengenai
apa yang sudah kamu lewati selama 20 tahun terakhir ini, aku percaya kamu layak
mendapat diamond stone seberat 2 kwintal. Tapi sayang, semesta hanya
menyediakan emas 70% dengan berat 2 gram. Tidak apa apa. Kita memang tidak bisa
untuk selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun, semua kembali seperti
saat kamu menjalani hari hari terberatmu; apa yang tersedia, itulah yang
terbaik. Sekeras apapun dunia ini, kamu masih bisa memperlakukannya dengan
penuh canda dan kelembutan. Jangan pernah hilangkan kekuatan terbesarmu itu.
Untuk
hari hari kedepan, mungkin rasa takutmu akan bertambah, dan kecemasanmu semakin
menjadi, tapi yakinlah bahwa ada pertanda baik dibalik itu semua. Ketakutanmu
timbul karena pedulimu pada masa depan sangatlah tinggi. Kecemasanmu ada karena
hidup hanya sekali dan kamu tak ingin meyia-nyiakannya. Semua wajar apa adanya.
Ingat apa yang pernah kamu baca? Be afraid, but do it anyway. Karena
sebenar-benarnya hidup bukanlah yang tidak merasakan takut, tapi yang mengalahkan
rasa takut.
Teruslah
melangkah meski dunia memaksamu berhenti. Tetap letakkan satu kaki didepan kaki
lainnya meski jalan yang ada terlihat sulit. Karena serumit dan sesakit apapun
itu, ada malaikat berwujud manusia yang tak akan pernah membiarkanmu menanggung
bebanmu sendiri. Berterimakasihlah pada mereka; orang orang tercintamu yang
masih akan tetap mendampingimu walau seisi dunia meninggalkanmu, yang masih
akan tetap merangkulmu ketika jagat raya mencacimu. Mereka yang akan tetap
menerimamu, bahkan ketika udara tak lagi mau menghampirimu. Mereka yang 20
tahun lalu tersenyum bahagia ketika mendengar tangis lembutmu. Percayalah, selama
mereka ada, kamu sempurna.
Berjalan
pada fase baru dalam hidup tidak sesulit yang kamu bayangkan, hal-hal yang
pernah kamu lalui sebelumnya, tanpa kamu sadari, telah membentuk jati dirimu
sebagai manusia seutuhnya. Tidak pernah ada kata selesai untuk berproses
menjadi lebih baik. Maknai hidupmu dengan selayak-layaknya ya, Syah. Ingat untuk
terus menjadi tulus dan ikhlas. Lakukan semampumu,
lalu sisanya serahkan pada Allah. Aku, selalu disini, untuk kamu.
Terakhir,
jangan terlalu menunggu ucapan dari seseorang dengan begitu resah. Semua sudah
digariskan. Apa yang akan ada dalam genggamanmu, tidak akan pernah bersentuhan
dengan tangan lain:)
Semoga
kelak kita masih bersua, saat angka dua bertemu satu, saling melengkapi namun tetap
berdikari.
Happy Birthday.
Jakarta, 5 oktober 2018