2018/10/05


Selamat ulang tahun!

20 tahun sudah sejak seorang wanita perkasa melahirkanmu, sejak pertama kali udara bebas masuk kedalam rongga dadamu, dan sejak tangis pertamamu dimulai. Ah, semua terjadi begitu cepat. Tak ada yang tau, 20 tahun kemudian, kamu akan mengetik kalimat ini, sambil mendengarkan suara kincir kipas angin yang berputar dan ditemani empat dinding putih yang kini sudah menjadi teman baikmu. Kamu hebat.

Selamat karena sudah melewati dua dasawarsa pertama dalam hidupmu. Berat? Pasti. Aku tau. Tidak mudah menjadi kamu, apalagi dengan segala sifat kekanakanmu yang antah berantah itu. Tapi aku juga tau kalau kamu berproses. Proses yang menunjukkan progress. Setidaknya, kamu masih sanggup menjadi dirimu sendiri tanpa harus merangkak rangkak dalam kehidupan orang lain. Pertahankan itu.

Mengenai apa yang sudah kamu lewati selama 20 tahun terakhir ini, aku percaya kamu layak mendapat diamond stone seberat 2 kwintal. Tapi sayang, semesta hanya menyediakan emas 70% dengan berat 2 gram. Tidak apa apa. Kita memang tidak bisa untuk selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun, semua kembali seperti saat kamu menjalani hari hari terberatmu; apa yang tersedia, itulah yang terbaik. Sekeras apapun dunia ini, kamu masih bisa memperlakukannya dengan penuh canda dan kelembutan. Jangan pernah hilangkan kekuatan terbesarmu itu.

Untuk hari hari kedepan, mungkin rasa takutmu akan bertambah, dan kecemasanmu semakin menjadi, tapi yakinlah bahwa ada pertanda baik dibalik itu semua. Ketakutanmu timbul karena pedulimu pada masa depan sangatlah tinggi. Kecemasanmu ada karena hidup hanya sekali dan kamu tak ingin meyia-nyiakannya. Semua wajar apa adanya. Ingat apa yang pernah kamu baca? Be afraid, but do it anyway. Karena sebenar-benarnya hidup bukanlah yang tidak merasakan takut, tapi yang mengalahkan rasa takut.

Teruslah melangkah meski dunia memaksamu berhenti. Tetap letakkan satu kaki didepan kaki lainnya meski jalan yang ada terlihat sulit. Karena serumit dan sesakit apapun itu, ada malaikat berwujud manusia yang tak akan pernah membiarkanmu menanggung bebanmu sendiri. Berterimakasihlah pada mereka; orang orang tercintamu yang masih akan tetap mendampingimu walau seisi dunia meninggalkanmu, yang masih akan tetap merangkulmu ketika jagat raya mencacimu. Mereka yang akan tetap menerimamu, bahkan ketika udara tak lagi mau menghampirimu. Mereka yang 20 tahun lalu tersenyum bahagia ketika mendengar tangis lembutmu. Percayalah, selama mereka ada, kamu sempurna.

Berjalan pada fase baru dalam hidup tidak sesulit yang kamu bayangkan, hal-hal yang pernah kamu lalui sebelumnya, tanpa kamu sadari, telah membentuk jati dirimu sebagai manusia seutuhnya. Tidak pernah ada kata selesai untuk berproses menjadi lebih baik. Maknai hidupmu dengan selayak-layaknya ya, Syah. Ingat untuk terus menjadi tulus dan ikhlas.  Lakukan semampumu, lalu sisanya serahkan pada Allah. Aku, selalu disini, untuk kamu.

Terakhir, jangan terlalu menunggu ucapan dari seseorang dengan begitu resah. Semua sudah digariskan. Apa yang akan ada dalam genggamanmu, tidak akan pernah bersentuhan dengan tangan lain:)

Semoga kelak kita masih bersua, saat angka dua bertemu satu, saling melengkapi namun tetap berdikari.

Happy Birthday.
               
Jakarta, 5 oktober 2018