2020/11/06

Seperti kata Nadin dalam salah satu konsernya yang saya tonton melalui kanal youtube: 'Bukankah indah, diantara milyaran manusia di muka bumi, kita berdua ditakdirkan bertemu. Bukankah itu saja sudah lebih dari cukup?' 

Lalu saya termenung berhari-hari. menyelami satu persatu kata yang ada didalamnya. Bertanya tanya 'apa saya salah jika meminta lebih dari sekedar pertemuan' 'bagaimana jika yg saya mau bukan hanya sekedar sapaan biasa atau basa basi semata' 'apa terlalu egois bagi saya untuk menginginkan kehadirannya yg utuh, bukan sbg partner kerja tp sbg partner hidup'

Lalu kalimat itu kembali menohok. Hanya bertemu pun sudah sepatutnya saya syukuri. Tapi nyaman memang sebuah jebakan. Kenapa semua harus berhenti di titik temu?

Somebody pls help. I need an answer.