Rasa bahagia bercampur haru yang saya alami tiga tahun lalu masih nyata terasa hingga kini. Deretan huruf bertuliskan ‘Lulus’ mampu membuat saya melayang tinggi kala itu. Menyapu habis jutaan lelah, membayar lunas rentetan pilu.
Lalu setelahnya, hidup berlanjut, dunia berubah, langit
memerah, beban bertambah.
Ada banyak cerita terjadi. Lukisan kisah – kisah indah
tergerai mesra. Meski tak secantik monalisa, saya tetap bercermin riang
didalamnya. Meski tak sebebas merpati, saya tetap menari lepas di ruangnya.
Kini, detik ini, di kelanjutan semesta yang ada, kembali saya
meringkuh lembar harapan nan baru. Bertuliskan asa penuh cita. Bertuliskan cita
penuh makna. Detik ini dan seterusnya, ada rangkaian doa yang terus saya
panjatkan waktu demi waktu. Berulang kali dengan mengiba dan penuh pengharapan.
Secuil angan dalam hati untuk sekedar mengakhiri apa yang saya mulai, tiga
tahun lalu.
Untuk satu tahun kedepan yang akan penuh dengan pengorbanan,
kecemasan, ketakutan, dan kepasrahan. Ya Allah, mudahkanlah, lancarkanlah. Semua
ini untuk mereka.