Saya kira sedikit tempat yang dipersiapkan hati ini untuk mengecap luka sudah cukup untuk membuatnya tak begitu sakit. Tapi nyatanya, sama saja. Sesak dan pilu. Kecewa dan amarah. Hancur dan lebur.
Kodrat manusia memang begitu adanya. Merasa kuat dan tak menyerah, walau akhirnya tetap kalah dari semesta. Merasa kokoh berdiri tegak, walau sebenarnya rapuh tak berdaya.
Tak apa. Semuanya sementara. Kita sedang mendewasa.
Peluk lara dengan bangga
Menarilah dengan luka