teruntuk kamu, yang ingin sekali kupanggil
sayang, namun masih terhalang keraguan.
akhirnya, laptopku kembali bersahabat.
akhirnya, lembar kerja kosong ms. word dapat kembali ku lihat. akhirnya, waktu
luang bisa kudapat. akhirnya, rangkaian kata ini dapat mulai kupahat.
setelah berbulan bulan ‘diganggu’, akhirnya
aku punya kesempatan untuk menorehkan sedikit cerita tentang dirimu.
yuk mulai
hehe
aku sudah lama sekali menginginkan hal ini.
duduk di depan laptop, membuka ms. word, dan menumpahkan kata kata yang telah
lama tercekat. aku rindu seperti ini. saat saat dimana aku membisikkan
kesepianku pada isi bumi lewat makna. saat saat dimana hanya ada aku, laptopku,
dan frasa frasa tentang dirimu,
dirimu. aku menulisnya seakan hanya ada satu
tokoh pemeran dalam prosaku. padahal nyatanya, ini kali pertama aku membual
tentang dirimu. ini kali pertama, aku mendeskripsikan hadirmu dalam hidupku.
setelah berbulan bulan lamanya, dan ini kali pertama. aneh.
mungkin, andilmu yang sangat besar dalam
kebahagiaanku akhir akhir ini menjadi salah satu alasannya. aku lupa bagaimana
harus menyatukan kata ketika senyummulah yang hanya mampu kuiingat. aku tak tau
bagaimana harus merangkai majas ketika pesan singkat darimulah yang selalu
ingin kubaca. aku tak mengerti bagaimana harus menulis, ketika hanya rupamulah
yang terbayang olehku. tidak masuk akal memang, tapi aku bahagia.
sejatinya, kamu menyebalkan. kalau aku buat
listnya, mungkin bisa sepanjang struk belanja bulanan ku di alfamart (ga
panjang panjang amatsi, karena yang dibeli cuma 5 item:d) apalagi ketika kamu
bilang kalau aku lambat dalam berfikir. ya gimana ga lambat, otakku sudah penuh
sama kamu, mana bisa berfikir tentang yang lain. heuheu.
oke, yang ini serius.
kamu memang sering membuat kesal. sering
membuat aku memutar bola mata. sering membuatku mengernyitkan dahi, bertanya
tanya kenapa aku bisa mengenalmu. tapi, kamu juga yang menjadi alasan untuk
setiap senyum yang mengembang. kamu yang menjadi alasan untuk setiap tawa yang
terlepas. dan kamu jugalah yang menjadi alasan untuk perasaan yang masih tanpa
nama ini.
kamu sulit dideskripsikan. sudah hampir dua
jam mengembara, satu halaman pun belum kudapat. yang bisa kutulis hanyalah
tentang keberadaanmu yang membuatku kesal tapi juga bahagia. yang bisa ku
rangkai hanyalah untaian kata, tentang dirimu yang mendekatiku, dan aku yang
mau didekati olehmu.
tapi, tahapan untuk menjadi ‘kita’ masihlah
panjang. tidak semudah pemberian emot kiss dalam chat atau gombalan basimu
tentang masa depan.
seandainya pedulimu padaku bisa kunamai
cinta, mungkin kata sayang sudah sedari dulu terucap. tapi hatiku pernah patah,
percayaku pada cinta tidak lagi sekokoh yang dulu. perlu ada penegasan untuk
menghilangkan keraguan ini. perlu ada keyakinan untuk mengamini rasa ini.
kini saatnya mengambil langkah. kamu yang
harus memperteguh keyakinanmu. dan aku yang harus memudarkan keraguanku. yang
seperti ini patut diperjuangkan.
karena aku mau kamu abadi, bukan hanya dalam
prosaku, tapi juga dalam hidupku.
bandarlampung, 15 juni 2018
ps: all sentences wrote in lowercase, no
reason, just wanted to copy your style of writing