Itu hidup, syah. Sebaik apapun kamu bertingkah laku, sebaik apapun kamu berprilaku, orang orang yang tidak menyukaimu tetap akan ada. Orang orang yg tidak senang akan keberadaanmu tetap akan berdiri. Dalam keyakinannya bahwa kamu bukan orang yang pantas untuk disukai. Bahwa kamu lebih baik untuk dijauhkan, dikucilkan, diperlakukan berbeda dari yang lain. Bahkan ketika kamu sudah berusaha sebaik mungkin untuk diterima. Bahkan ketika kamu sudah se-merendah itu untuk dihargai. Itulah hidup, syah. Tidak semua orang bisa memperlakukan kita layaknya kita memperlakukan mereka. Tidak semua orang punya tindakan yang sama dalam hal menghargai orang lain. Kebaikanmu kepadanya mungkin hanya dianggap sebelah mata. Tapi kesalahanmu selalu saja dicari-cari. Bagaimanapun juga, itulah hidup. Tidak ada yang bisa kita lakukan, selain tetap berbuat baik. Menjadi baik. Menjadi apik. Menjadi sejuk dalam panas. Menjadi hangat dalam dingin.' Jangan hiraukan yang mereka katakan. Kamu tidak bisa memaksa seluruh orang didunia ini untuk berprilaku sama seperti yang kamu harapkan. Namun walau begitu, jangan sampai hal yang mereka lakukan membuat caramu memandang dunia berubah. Pesanku, seperih apapun mereka membuatmu sakit, selebar apapun luka yang mereka goreskan, tetap kuatkan hatimu untuk menjadi penawar bagi kepedihan itu. Kelak suatu hari, semua akan terbayar. Semesta akan mengganti rasa sakit itu dengan kebahagiaan tiada tara. Karena sejatinya, itulah hidup, syah. Kamu hanya perlu menjalaninya dengan tulus dan ikhlas.
Jakarta, April 2018