Aku benci menjadi gadis yang lemah, karena tidak seharusnya
begitu. Sungguh, aku telah menghapus garis di antara menjadi baik, dan menjadi lemah. Menurutku, apa yang kulakukan ini baik. Menurut orang lain,
aku lemah.
Aku berjalan di bawah malam. Berjalan bersama angin dan bersama
dingin. Terus mencoba bertanya pada Tuhan, apa yang salah dariku? Mengapa orang justru menyalahkan ketika aku sudah melakukan
sesuatu yang benar? Mengapa orang lain betah menjadi orang-orang munafik?
Mengapa kita semua dilahirkan untuk menjadi hipokrit? Mengapa malam ini begitu
sepi? Padahal aku sungguh butuh keramaian.
Ada kata-kata Pramoedya Ananta Toer yang selalu kuingat,
“Di mana-mana aku selalu dengar: yang benar juga akhirnya yang menang. Itu benar, benar sekali. Tapi kapan? Kebenaran tidak datang dari langit, dia mesti diperjuangkan untuk menjadi benar.”
Ah, sekarang aku teringat lagi akan kalimat itu. Mungkin aku
memang harus memperjuangkan apa yang menurutku benar sendirian.
source:Alanda Kariza